Fahri ragukan akurasi data kemiskinan BPS

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Fahri ragukan akurasi data kemiskinan BPS

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meragukan akurasi data kemiskinan yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencatat angka kemiskinan per Maret 2018 turun menjadi hanya satu digit yakni 9,82 %.

Menurut catatan BPS, sejak 2011 tingkat kemiskinan di Indonesia masih dalam persentase dua digit, yakni 12,49%. Angka ini adalah angka terendah sepanjang sejarah Indonesia.

"Keharusan pemerintah untuk transparan menyampaikan data dan fakta keadaan masyarakat. Sebab, data lainnya mengatakan bahwa kedalaman kemiskinan kita itu mengatakan makin tinggi. Kerawanan kemiskinan itu makin luas. Rawan itu artinya apa? Ini garis kemiskinan. Kemiskinan itu main di sekitar sini," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/07/2018).

Fahri mengklaim memiliki data pembanding yang valid, seraya menyebutkan bahwa sektor pertanian adalah penyumbang kemiskinan terbesar.

"Real gak ini perubahan? Sebab, dari tren yang saya baca, seluruh data kemiskinan menunjukkan bahwa kita makin: buruh tani semakin miskin, buruh semakin miskin, pekerja secara umumnya semakin miskin. Secara umum, sektor yang paling banyak menyumbangkan kemiskinan itu adalah sektor pertanian," ungkap Fahri.

Fahri menguatkan argumennya dengan menunjukkan data-data yang telah ia persiapkan. Ia akan mengeluarkan data dan catatan tentang angka kemiskinan dan meluncurkan buku yang berjudul "Mengapa Indonesia Belum Sejahtera?" Buku tersebut berisi data-data angka kemiskinan Indonesia yang lebih mendalam.

"Ini saya akan meluncurkan buku ‘Mengapa Indonesia Belum Sejahtera’. Di sini ada banyak sekali data statistik yang menunjukkan bahwa kemiskinan kita itu makin mendalam. Jadi, perbanindingan upah nominal dan upah real itu semakin menurun. Kemudian tren keparahan kemiskinan itu makin parah," ujar Fahri.

Data kemiskinan BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Maret 2018 jumlah orang miskin di Indonesia mengalami penurunan sebesar 633.000 menjadi 25,95 juta dari kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta.

Kepala BPS Suhariyanto, Senin (16/7/2018), mengatakan jumlah orang miskin di Indonesia per Maret 2018 sudah berada di posisi single digit. Sebab, telah terjadi penurunan 0,30% dibanding September 2017.

Meskipun secara nasional angka kemiskinan mengalami penurunan, Suhariyanto mengungkapkan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam menurunkan angka kemiskinan.

Pasalnya, angka kemiskinan antara kota dan desa sangat tinggi sekali. Angka kemiskinan di desa 13,20% atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kota yang sebesar 7,02%.

"Penurunan kemiskinan bukan berarti tidak ada PR, tapi masih banyak PR, karena ada disparitas kemiskinan kota dan desa," tambah dia.

Menurut Suhariyanto, penurunan angka kemiskinan per Maret 2018 disebabkan beberapa faktor, seperti inflasi umum periode September 2017-Maret 2018 sebesar 1,92%, rata-rata pengeluaran perkapita/bulan untuk rumah tangga yang berada di 40% lapisan terbawah selama periode itu tumbuh 3,06%.

Selanjutnya, bansos dari pemerintah tumbuh 87,6% di kuartal I-2018, program beras rastra dan bantuan pangan non tunai juga tersalurkan sesuai jadwal.

Angka kemiskinan jika dilihat berdasarkan pulau, paling besar di wilayah Indonesia Timur yakni Maluku dan Papua.

"Pemerintah masih punya PR (pekerjaan rumah) karena Indonesia seperti Maluku-Papua masih 21,20%," kata Suhariyanto.

Dia menyebutkan, persentase kemiskinan di Pulau Jawa per Maret 2018 menurun menjadi 8,94% dari sebelumnya 9,38% dan di Sumatera menjadi 10,39% dari 10,44%.

Lalu, kemiskinan di Sulawesi menurun menjadi 10,64% dari sebelumnya 10,93%, sedangkan Bali-Nusa Tenggara menjadi 14,02% dari 14,17%, dan terakhir di Kalimantan turun menjadi 6,09% dari sebelumnya 6,18%.

Cemburu dan cinta berdarah
BNPB: Bencana alam meningkat, kami kewalahan
Menhan: Syarat bebas Ba'asyir harus taat Pancasila
Fahri Hamzah usul debat capres tanpa iklan
Prajurit TNI nyebur ke sawah demi swasembada pangan
Perempuan Serbia bunuh dan potong penis korbannya
Kubu Prabowo laporkan tabloid Indonesia Barokah
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir harus minta pertimbangan DPR dan MA
DPR keluhkan proses visa haji dan umrah
Ditutup di zona hijau, IHSG berpotensi menguat hari ini
Cinta tanpa komitmen
Janji Sandiaga turunkan listrik dan BBM
PDIP: Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir tidak politis
PAN dukung pemerintah soal penundaan pembebasan Ba'asyir
MenpanRB akan pecat 300 PNS
Fetching news ...